Resensi buku kedua

Judul buku:Negeri Van Oranje
Karya:Wahyuningrat,Adept Widiarsa,Annisa Rijadi,
            Rizki Pandu Permana
Edisi 1: Cetakan pertama,April 2009
Edisi 11: Cetakan Pertama,Juni 2014
                Cetakan kelima,Juni 2015
                Cetakan keenam,September 2015
Penyunting:Gunawan B.S.
Desain sampul: @labusiam
Penata aksara: Adfina Fahd
Diterbitkan oleh penerbit Bentang(PT Bentang Pustaka)
Jumlah halaman:575 halaman

                                     Prolog

     Di Rotterdam
"TITUIT!" bunyi SMS masuk.Banjar meliriknya.
Duh, kenapa SMS ini mesti lo kirim sekarang,siiiiiih?
Tanpa pikir panjang,Banjar langsung mematikan rokok
keretek yang baru diisapnya empat kali,perbuatan yang
biasanya diharamkan ditengah kelangkaan stok keretek.

Di Utrecht 
Bergegas Daus mengangkat Hp polyphonic sumbang miliknya,
berusaha menghentikan lolongan keras Rhoma Irama yang 
memecah keheningan romantis dalam kafe.

Di Wageningen
Wicak tersentak.Agak bingung kalu menerima SMS dalam situasi ini.

Buku ini juga menceritakan tentang  seorang penulis yaitu:
Wahyuningrat.
Gue yakin gue bukan orang pertama sekelurahan gue yang sekolah sampai Belanda.Namun,bisa jadi gue adalah orang pertama sekelurahan Pondok
Kopi kecamatan Duren Sawit yang bisa masuk istana,salaman,sekaligus 
ngobrol dengan Ratu Belanda.Dan
Annisa Rijadi 
Akhir bulan,saat paling bokek Sedunia.
Biasanya kalau kantong kering jadi kurang semangat
menyambut weekend.

Rizki Pandu Permana
Hidup di Belanda, berarti harus siap dengan segala macam hal yang bernama MAHAL!!!.Dengan uang beasiswa yang terbatas,
keinginan buat jalan-jalan keliling Eropa hanya bisa disiasati dengan mengirit.Namun,saya bukan tipe orang yang bisa mengirit,apalagi harus 
ngirit makan.Maka,mencari pekerjaan tambahan adalah salah satu solusinya.
Beberapa pekerjaan tambahan yang pernah saya lakukan adalah
Cleaning service dan pelayan Di restoran.Banyak suka sukanya.
Suka ketika kita digaji "cukup"besar.Membuat saya merasa beruntung banget.

Seorang penulis yang bernama:Adept Widiarsa
      Setelah beberapa minggu berdiam di Den Haag,akhirnya saya cukup 
beruntung berhasil mendapatkan empat sepeda rongsokan yang
dipungut di tong sampah apartemen elite di Scheveningen.

Kelebihan buku ini yaitu kita bisa mengetahui banyak hal seperti:
Kita bisa banyak belajar tentang penulis dan membaca.

Kekurangan buku ini yaitu  
Susah dibaca oleh anak- anak, karena bukunya hanya bisa
dibaca oleh anak teman ataupun dewasa..
 




Postingan populer dari blog ini

Ruang untuk bahagia

SELAMAT BERHARI MINGGU

" Cahaya Pendidikan"