Resensi Ke- 5
Judul : Untuk Morin
Penerbit oleh Shelia,sebuah imprint dari Cv.Andi offest( penerbit Andi)
Pencetakan : Andi offest
Jumlah Buku :184 halaman
Buku ini menceritakan bahwa gadis kecil itu berlari riang di depanku.Kakinya munggil menaoak tangkas ke arah depan rumah lalu kembali masuk kedalam rumah,kemudian berpindah ke tangga,dan berhenti tepat di depanku.
Mataku yang masih sibuk menatap rumus-rumus matematika tak menghiraukannya.Ruang tamu memang menjadi tempat favoritku untuk belajar saat siang hari dengan cahaya terang yang masuk dari pintu depan.Tangannya bersidekap di atas meja.Kepalanya dicondongkan kedepan,melongok ke arah buku lembar tugas matematika-ku "kakak sedang belajar,Ya?,
Dan aku tak menyahut pertanyaannya.kubiarkan matanya memandang bingung angka-angka rumit yang sedang kuhitung.Dan gadis itu menunjuk ke sudut ruangan.Aku hanya melirik sekilas arah yang ditunjukannya. Deretannya itu adalah piala yang terpanjang rapi. piala -piala itu adalah hasil lomba yang aku ikut sejak kecil dari lomba modeling hingga olimpiade tematika.
Dan gadis kecil itu tertidur di pelukan Mama. Ada sisa Air Mata Di kelopak dan bulu matanya. Papa menggenggam tangkai dorongan sebagai koper kecil tangannya. Dan aku pun tak bersuara, bibirku ku kerucutkan dengan maksimal, tanda protes atas sikap papa dan mama yang tak hadir di acara pentingku tadi di sekolah.
Aku menatap gadis kecil yang dipanggil katerina itu dengan perasaan dingin Siapa gadis itu hingga mampu mengacaukan acaraku dan membuat Papa dan Mama lebih memilih untuk menjemputmu?
" Katarina anak dari Om Raka dan tante Mirna, sahabat Bapak dan Mama," ucap Bapak seakan membaca suara hatiku. Kamu ingat kan, kecelakaan yang menewaskan Om Raka dan tante Mirna 1 minggu yang lalu? Sementara itu menggunakan drama Bapak dan mama mencari tahu keberadaan Katarina yang selamat dari kecelakaan tersebut. Kami pun menemukannya di sebuah pantai asuhan. Polisi menitipkannya di sana karena Om Raka dan tata Mirna tak punya saudara di Jakarta. Semua saudaranya ada di Aceh dan mereka tersapu gelombang tsunami 6 tahun lalu jadi, Katarina Sebatang Kara di dunia ini."
Saat nenek masih hidup, ia seringkali bercerita sebelum aku tidur nenek sering bercerita tentang kisah Karang mutiara yang menangis. Sekarang itu merasakan sakit di dalam tubuhnya. Ternyata ada pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Karang itu berusaha mengusir pasir yang membuatnya sakit. Ia mengeluarkan lendir dalam perutnya untuk membalut pasir tersebut. Terasa sakit itu berlangsung bertahun-tahun. Namun, dari lendir yang dikeluarkan itu kemudian berubah menjadi buah mutiara yang cantik dan berharga. Kamu itu adalah mutiara untuk orang tuamu karena Penantian mereka begitu lama dan penantian mereka tak sia-sia. Dan mereka pun mendapatkan mutiara yang cantik sepertimu." Begitulah yang sering nenek ucapkan sebelum mengecup keningku dan merapikan selimutku.
Katarina yang sudah berusia 7 tahun pun dimasukkan nama dan Papa ke sebuah sekolah dasar. Ia duduk di bangku kelas 1. Tiap pagi apa mengantarku dan Katarina. Dia duduk di depan bersama papa koma sedangkan aku yang biasanya duduk di depan pun harus pindah ke belakang. Pagi itu Papa menghentikan mobil tepat di depan sekolah katerina. Sebelum diturun Katarina mencium tangan Papa Dan Papa mengucup kening serta pipi katerina. Katarina kemudian berbalik menghadap ke arahku yang duduk di belakang.
Kelebihan: dunia remaja adalah dunia dengan sejuta rasa merasakan pertama kalinya jatuh cinta, merasakan menjadi seorang Secret Admirer, hingga merasakan bagaimana sakitnya patah hati yang pertama.
Kekurangan : murid yang harus merasa gagal aktivitas serta ke liku-liku kehidupan di panggung hiburan dalam Amor untuk Morin, Mona yang harus berbohong demi Mengejar Cintanya dalam Bike To Love hingga kisah tentang aku Alana dan bangau kertas yang bercerita tentang Alana yang harus merasakan perihnya dikucilkan karena ayahnya seorang koruptor.